Posted by : Unknown Kamis, 12 Desember 2013

Luar biasanya episode ke-3 diawali dengan kunjungan ke rumah salah seorang pahlawan Indonesia, Tan Malaka. Episode kali ini membuat saya tertarik untuk mencari sedikit informasi tentang tokoh satu ini, yang sejujurnya baru saya ketahui setelah menonton episode kali ini.
Tan Malaka atau Ibrahim gelar Datuk Tan Malaka (lahir di Nagari Pandam Gadang, Suliki, Sumatera Barat, 2 Juni 1897 – meninggal di Desa Selopanggung, Kediri, Jawa Timur, 21 Februari 1949 pada umur 51 tahun) adalah seorang aktivis kemerdekaan Indonesia, filsuf kiri, pemimpin Partai Komunis Indonesia, pendiri Partai Murba,dan Pahlawan Nasional Indonesia.
- wikipedia.com
Seorang tokoh yang mungkin akan menjadi perdebatan di Indonesia karena merupakan aliran kiri, oke saya tidak akan membahas hal tersebut karena pengetahuan saya yang masih kurang di bidangnya dan posting kali ini tidak untuk membahas hal tersebut.

Lanjut ke padang, ada sebuah fakta yang ternyata cukup menarik dan baru saya ketahui tentang sebuah kuliner asli padang, Rendang. Ternyata bentuk rendang yang selama ini kita kenal di warung-warung padang bukanlah bentuk satu-satunya dari rendang itu sendiri. Pada kenyataannya rendang adalah salah satu bentuk kata kerja bukan kata benda. Jadi, rendang itu belum tentu daging, dan belum tentu berbentuk seperti yang kita tahu pada umumya. Sejujurnya fakta tersebut memunculkan keinginan saya untuk mencoba langsung rendang ke Padang.

Kota terakhir di episode ini adalah kotanopan. Sebuah kota yang memiliki ciri khas akan Bentornya (Becak Motor). Kelebihan Bentor dikota ini dibanding didaerah lainnya adalah karena yang digunakan disini adalah Vespa! ya bukan hanya motor biasa. mungkin salah satu tempat tujuan bagi para pencinta vespa di tanah air untuk tahu tentang vespa antik di tanah air.

Salam Indonesia ! :)

Leave a Reply

Subscribe to Posts | Subscribe to Comments

- Copyright © Sebuah Cerita Mahasiswa Tak Bernama -Metrominimalist- Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -